Kamis, 25 Februari 2016

ANGGOTA TNI ASAL WAWORADA TEWAS TERLINDAS BUS

Bima – Lensa Post,
Kejadian tragis terjadi di wilayah hukum Polres Kabupaten Bima, kali ini korban seorang Anggota TNI Prada Mulyadin (22 th) terlindas bus di jalur Madapangga Kabupaten Bima. Mulyadin yang berasal dari Desa Waworada Kecamatan Langgudu ini bertugas sebagai anggota TNI di Kodim 1614 Dompu, saat itu karena tidak ingin terlambat piket, akhirnya dari Bima Ia ngebut ke arah Dompu menggunakan sepeda motor Yamaha v-xion bernomor polisi EA 5617 XL, Kecelakaan maut yang terjadi pada Minggu (21/2/2016) sore itu diduga karena ban motor korban licin. Saat itu kondisi cuaca sedang gerimis dan korban memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Mulyadin jatuh di tikungan Madapangga, saat itulah dari arah berlawanan Bus bernomor polisi EA 7277 XA langsung melindas Mulyadin. Akibat kejadian itu, kepala pecah hingga nyawa Mulyadin tak tertolong lagi.
“Dari hasil olah TKP, korban jatuh sendiri. Kemudian dilindas mini bus yang datang dari arah berlawanan,” ungkap Kasat Lantas Polres Bima IPTU Putu Gede Caka SIK, senin kemarin (22/2/2016). Menurut dia, saat ini supir mini bus Muhtar (35 th) telah mengamankan diri ke Polres Bima. Sementara jenazah korban sudah dimakamkan oleh keluarga. “Saat ini kasusnya sedang didalami dan kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi,” pungkasnya. (LP/07)


KECAMATAN MPUNDA GELAR MUSRENBANG

Kota Bima – Lensa Post,
Dalam rangka menyusun program pembangunan dan rencana kerja Pemerintah Kota Bima tahun 2017, Kecamatan Mpunda bersama seluruh Kelurahan se Kecamatan tersebut menggelar Musrenbang Kecamatan di aula kantor Camat Mpunda, selasa pagi (23/2/2016). Acara dibuka resmi Kepala Bappeda Kota Bima, Drs. Zainuddin, hadir pada kesempatan itu, Kepala BPMPK Kota Bima, Camat Mpunda, Pihak Kepolisian Kecamatan Rasanae Barat, Para Lurah, Ketua LPM, PKK, Tokoh Masyarakat se Kecamatan Mpunda. Camat Mpunda, Arifin, S.Sos dalam pengantarnya menyampaikan bahwa Musrenbang Kecamatan ini di gelar untuk menghimpun program pembangunan skala prioritas yang sebelumnya telah di laksanakan pada tingkat Kelurahan. Ia juga mengakui bahwa masih ada Kelurahan yang tidak ingin melaksanakan Musrenbang, disebabkan usulan sebelumnya sama sekali tidak terealisasi, untuk itu komitmen Pemerintah harus memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa Musrenbang merupakan amanat undang-undang yang harus dilaksanakan, untuk menampung segala kebutuhan masyarakat, sekalipun tidak dapat terealisasi karena kendala terbatasnya anggaran.
Sementara itu, Kepala BPMPK Kota Bima, Drs. H. Hajairin MS dalam sambutannya mengatakan, bahwa hasil Musrenbang  ini akan ditindaklanjuti pada Musrebang Tingkat Kota Bima. Pemerintah berusaha semaksimal mungkin untuk merealisasikan dan mengakomodir segala usulan yang benar-benar menjadi skala prioritas dan menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Usulan-usulan ini akan dihimpun untuk diusulkan kembali pada musrenbang tingkat Kota Bima. Hal tersebut sesuai dengan UU  Nomor 25 Tahun 2004 tentang rencana pembangunan daerah. Segala sesuatu yang berurusan dengan pembangunan harus disesuaikan dengan perencanaan pembangunan daerah. Dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah serta usulan-usulan yang di programkan nantinya akan di sesuaikan dengan Satuan Kerja Prangkat Daerah (SKPD) masing-masing, jelas Kepala BPMPK.
Kepala Bappeda, Drs. Zainuddin, yang didampingi Kabid Sosbud, Adisan, menambahkan, bahwa dengan digelarnya musrenbang kecamatan Mpunda ini diharapkan dapat menyerap program pembangunan yang merupakan aspirasi masyarakat sehingga diperoleh kesepakatan. Menurutnya, program yang diusulkan dalam Musrenbang merupakan program pembangunan skala prioritas, strategis bagi perekonomian masyarakat dan tercapainya pemerataan pembangunan. Pelaksanaan musrenbang ini merupakan akumulasi aspirasi masyarakat dari tingkat RT. Ia juga menjelaskan bahwa Musrenbang dibagi dalam tiga bidang, yakni bidang fisik dan prasarana, bidang ekonomi serta bidang sosial budaya. Ia menambahkan, pelaksanaan musrenbang merupakan wadah penyerapan aspirasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan berdasarkan usul masing-masing kelurahan, tutupnya. (LP-01)


EMPAT WARGA BIMA MASIH DITAHAN DENSUS 88

Mataram – Lensa Post,  
Empat warga asal Kelurahan Penatoi, Kota Bima, yang dikabarkan hilang pasca penggerebekan terduga teroris beberapa waktu lalu, dipastikan berada di Mabes Polri. Mereka ditahan Densus 88/anti teror untuk diperiksa. Keempatnya berinisial IM, SHP, LM dan AS. ”Iya saat ini mereka sedang di periksa di Mabes Polri, ” kata Kapolda NTB, Brigjen Pol Umar Septono, senin kemarin (22/2/2016). Kapolda mengatakan, Kepolisian mempunyai waktu selama tujuh hari sejak ditangkap untuk memastikan keempatnya terlibat atau tidak dalam kasus yang dituduhkan. “Kita tunggu sajalah hasilnya. Apakah ada yang jadi tersangka atau tidak, ” ujarnya.
Umar mengatakan, keluarga Fajar, terduga teroris yang ditembak mati polisi pun sudah menyampaikan permintaan maaf. Mereka juga menyesalkan perbuatan anaknya yang diduga terlibat di Jaringan teroris Santoso. “Saya apresiasi pihak keluarga yang secara langsung meminta maaf kepada semua pihak, ” ucapnya. Diketahui, Jenazah Fajar diserahkan kepada keluarga setelah empat hari terendap di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Tim sudah menyerahkan jenazahnya beberapa waktu lalu. “Kita sudah pulangkan jenazah Fajar beberapa hari lalu,” pungkasnya. (LP/arl/r3)


DIDUGA MEMBUAT DAN EDARKAN UANG PALSU, 2 WANITA DIBEKUK

Mataram – Lensa Post,
Dua wanita terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian karena diduga terlibat dalam pembuatan dan pengedaran uang palsu (upal). Kedua wanita yang diamankan tersebut berinisial AT (26) warga jalan Subak IV Cakranegara dan NAO (31) warga dusun Tawun, Sekotong, Lombok Barat, keduanya diamankan pada Minggu kemarin (21/2/2016) sekitar jam 22.30 wita. Dari tangan kedua wanita tersebut berhasil disita upal pecahan Rp 50 ribu sebanyak 221 lembar dengan jumlah sekitar Rp 11.050.000. Kapolsek Pagutan Ipda I Wayan Putu Darsana mengatakan bahwa kedua wanita tersebut diamankan saat sedang membelanjakan uang yang diduga palsu di Toko Emas Zahara Pagutan, Mataram. "yang bersangkutan di amankan oleh pemilik toko Zahara beserta warga setempat karna di ketahui membawa uang palsu (upal) yang di simpan di dalam tas, hendak mau di pakai untuk belanja di toko emas ZAHARA, selanjutnya di amankan oleh personil Polsek Pagutan", ucapnya ketika ditemui Senin (22/2/2016) pagi.
Menurutnya, dari tangan kedua pelaku berhasil diamankan upal senilai Rp 8.550.000 pecahan Rp 50 ribu, 1 buah Buku tabungan Tahapan BCA, 1 buah Buku tabungan BRI Britama, 1 buah Gelang Rodium Silver bermata Permata, dan 1 Amplop coklat tempat menyimpan uang. Personil Polsek Pagutan langsung bergerak dan melakukan penggeledahan dirumah kos milik AT dan berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 buah alat pemotong kertas, uang kertas palsu pecahan 50 ribu sbanyak 49 lembar senilai Rp.2.500.000, 2 lembar uang kertas palsu yang belum dipotong, 1 amplop coklat tempat menyimpan uang palsu, 1 bilah pisau karter merk joyko, 2 buah penggaris besi, dan 1 buah kardus printer merk Epson type L.220.
Sementara itu, kepada Wartawan pelaku AT, tidak mengakui perbuatannya untuk mengedarkan upal yang berhasil disita dari tangannya. "saya tidak mengedarkannya, tapi hanya membuat saja, teman saya yang edarkan", ucapnya. Diakuinya bahwa pembuatan upal tersebut dilakukan sendiri dengan cara mendownload aplikasi di internet. Akibat perbuatannya kini kedua perempuan tersebut harus meringkuk dibalik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (LP/jk)


DIDUGA GADAI MOBIL SEWA, OKNUM KADER GOLKAR DIPOLISIKAN

Kota Bima – Lensa Post,
Kasus menggadaikan Mobil sewa saat ini terjadi di wilayah hukum Kabupaten Bima, kali ini seorang oknum Pengurus Golkar Kabupaten Bima, ILH, yang berasal dari Desa Leu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima diduga telah menggadaikan mobil rental yang disewa di ‘Mitra Rent Car’ Kota Bima, mobil avanza bernomor polisi DR 1398 DE disewa tanggal 1 Desember 2015, hingga saat ini mobil tersebut belum juga dikembalikan, bahkan ILH sekarang telah hilang kontak dan keberadaannya tidak diketahui. Bagaimana kronologisnya. Pemilik  ‘Mitra Rent Car’ Khairunnisah, ST menceritakan, bahwa pada hari selasa tanggal 1 Desember 2015 pukul 3 sore, IST, datang menyewa mobil Avanza Tipe G Nopol DR 1398 DE selama 4 hari, dan saat itu, IS, menyerahkan uang panjar senilai Rp. 1.050.000,-, pada tanggal 6 Desember, IST, datang membawa uang Rp. 1 juta untuk perpanjang sewa mobil, dan saat itu, IS mengatakan bahwa mobil tersebut dipakai temannya, ILH.
Selanjutnya pada tanggal 12 Desember kembali, IS, membawa perpanjangan sewa senilai Rp. 1,5 juta, dan tanggal 14 Desember diperpanjang lagi sewa senilai Rp. 1 juta. Setelah itu agak lama tidak ada khabar berita. Sampai suatu hari, ILH dan IST ini menelpon Mitra Rent Car untuk minta keringanan waktu 2 minggu untuk melunasi tunggakan sewa mobil. dan saat itu, IST, melimpahkan masalah mobil dan sewanya kepada, ILH, karena menurutnya selama ini, ILH, yang menggunakan mobil tersebut, sementara IST hanya sekedar menyewa saja. Setelah menunggu lama tidak ada khabar berita, baik dari IST maupun ILH, hingga akhirnya tanggal 15 Januari 2016, pemilik Mitra Rent Car mendatangi rumah ILH di Desa Leu Sila, namun sia-sia, karena rumah ILH kosong. Informasi yang diterima dari IST dan tetangga ILH, disinyalir mobil avanza tersebut telah digadaikan di Wilayah Dompu. Akhirnya, Khairunnisah, ST pemilik ‘Mitra Rent Car’ melaporkan secara resmi, IST dan ILH kepada pihak Kepolisian Resort Bima Kota. (LP-01)


Rabu, 24 Februari 2016

BUPATI IDP : TUNJUKKAN KINERJA TERBAIK

Bima – Lensa Post,
Bupati Bima, Hj. Indah Dhamayanti Putri (IDP), saat memimpin Apel pagi lingkup Setda Kabupaten Bima menegaskan, Abdi negara khususnya yang mengabdi di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Bima adalah figur-figur pilihan yang memiliki kelebihan dan kesempatan untuk mengabdi.  Oleh karena itu harus mampu menunjukkan kinerja terbaik". Bupati IDP juga mengajak jajaran PNS di lingkup Setda untuk kembali bekerja secara profesional. "Tinggalkan isu-isu politik yang terjadi berkaitan dengan Pilkada beberapa waktu lalu. Tugas PNS,  bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, oleh karena itu penting untuk menunjukkan kinerja. Mohon dijaga disiplin dan pelayanan sehingga dapat menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat .        
Pada apel yang juga dihadiri Wakil Bupati Bima, Drs. Dahlan, M. Noer, Sekretaris  Daerah Drs. H. M. Taufik, HAK, M.Si, para staf ahli,  asisten, Kepala Bagian, Kasubag dan Staf, Bupati mengajak aparatur untuk mendukung kepemimpinannya. "Tanpa dukungan jajaran aparatur maka mustahil bagi Bupati dan Wakil  Bupati  sukses memimpin daerah. Mari bekerjasama, dan berikhtiar. Kami  akan memimpin dan siap menerima masukan,  "berilah saran dan dengan cara yang santun untuk memperbaiki keadaan". Pinta Bupati.  Kepada para pegawai,  Bupati Indah mengharapkan agar  meningkatkan disiplin dalam bekerja. "Jangan hanya takut karena absensi, tetapi takutlah karena pada akhirnya akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT.       

Untuk selanjutnya, Bupati Bupati dan wakil Bupati akan terus mendorong peningkatan disiplin pegawai ini dan akan berupaya untuk hadir dan memimpin apel". Dan Bupati juga kembali mengingatkan agar staf  fokus bekerja dan tidak terpengaruh dengan isu mutasi pegawai. "Jangan terbebani oleh isu mutasi, tetap  bekerja dan tunjukkan kemampuan sesuai kompetensi dan bekerjalah sesuai tugas pokok dan fungsi serta terus berkarya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.   Terkait tata kelola pemerintahan, dirinya menyatakan bahwa bila ada hal hal baik yang berasal dari kepemimpinan sebelumnya, maka itu akan diteruskan dan dilanjutkan. Tetapi bila ada kekeliruan dari kepemimpinan sebelumnya maka itu sudah menjadi kewajiban untuk melakukan perubahan. Jelas Bupati. Mengakhiri arahannya Bupati IDP menghimbau kepada para pejabat eselon untuk memberikan keteladanan dalam hal disiplin. (LP/H-01)

BUPATI DOMPU JANJI CUCI OTAK PEJABAT DAN ASN

Dompu – Lensa Post,
Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin berjanji akan mencuci otak pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) didaerahnya, demikian disampaikannya pada saat memimpin Apel pagi, senin (22/2/2016) kemarin. Aksi itu dilakukan menyusul adanya pesan penjabat Bupati Dompu DR. Agus Patria,SH,MH terkait dengan kinerja aparatur pemerintah. Dalam penilaiannya Agus Patria menyebutkan bahwa kinerja aparatur didaerah perlu ditingkatkan. Selain itu disiplin serta kekompakan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban harus dipacu lagi. HBY panggilan Bupati Dompu diruangan kerjanya senin kemarin pada wartawan mengaku memahami hal itu. ‘’Benar apa yang disampaikan pak Agus Patria, senin depan saya akan cuci otak mereka,’’ janji HBY.
Pada periode kedua kepemimpinannya ini, HBY akan mengajak bawahannya untuk sungguh-sungguh bekerja bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Dia tak ingin lagi ada bawahan yang tidak sungguh-sungguh bekerja, karena segenap tenaga dan pikiran betul-betul akan diarahkan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Era persaingan bebas dewasa ini menuntut daerah memiliki daya saing, berbagai cara dikerahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar kompetitif dan inovatif dalam memanfaatkan segala sumber daya yang dimiliki. ‘’Periode kedua ini kita ingin jauh lebih maju lagi,’’paparnya. Para pejabat baik di pemerintahan maupun non pemerintah HBY tidak ingin ada yang setengah-setengah dalam melaksanakan tugas. Penempatan para pejabat hendaknya mengacu kepada skil yang dimiliki, sehingga jabatan yang disandang tidak untuk dibanggakan melainkan benar-benar dinikmati dan dilaksanakan dengan sepenuhnya, jelas HBY. (LP-19)